pembagian batik

MenurutWulandari (2011:52) berdasarkan sejarah perkembangan batik di nusantara,batik dapat dikelompokkan menjadi tiga kelomok besar yaitu sebagai berikut:

1.                  Batik keraton

            Batik keraton ialah batik kalangan kraton, misalnya kraton Yogyakarta dan keraton Solo yang memiliki ragam hias khusus, motif bersifat simbolis, berlatarkan budaya Hindu, Budha dan Islam.Batik keraton memiliki warna-warna yang cenderung netral/kalem seperti soga (merah), indigo (biru), hitam, cokelat dan putih.

2.                  Batik pesisiran

            Batik pesisiran adalah batik di luar beteng keraton, meliputi batik Pekalongan, Indramayu, Cirebon, Garut, Lasem dan Madura.batik pesisiran memiliki ragam hias natural dan dipengaruhi oleh berbagai budaya asing karena terletak dipesisiran pantai sebagai tempat pertemuan berbagai bangsa (pelabuhan) warna yang terdapat dalam batik pesisiran ini beraneka ragam dan lebih berani serta tampil mencolok.

3.                  Batik pedalaman

            Batik pedalaman dalam penyebutan nama ini tidak dimaksudkan untuk mengucilkan batik ini dari batik keratin maupun batik pesisiran. Penyebutan ini lebih mengacu kepada batik dengan ciri khusus yang tidak ditemukan pada batik keratin ataupun batik pesisiran. Batik pedalaman meliputi batik Bali, Lampung, dll. Batik pedalaman memiliki motif corak dan ragam hias yang berbeda dengan batik keratin ataupun batik pesisiran. Batik pedalaman ini sangat eksis di daerah masing-masing tetapi sering dianggap bukan batik bahkan sering disebut dengan kain bermotif.Namun menurut Rianto, dkk (1997:8) pada zaman penjajahan Belanda, berdasarkan pada sifat ragam hias dan komposisi pewarnaan pembatikan dibagi dalam dua kelompok besar yaitu:

1.                  Batik Vorstenlanden dari daerah Surakarta dan Yogyakarta, yang ciri-ciri ragam hiasnya bersifat simbolis dengan latar belakang kebudayaan Hindu- Jawa. Komposisi warna terdiri dari sogan, indigo (biru), hitam dan putih.

2.                  Batik pesisir adalah semua batik yang dihasilkan atau dibuat oleh daerah-daerah diluar Surakarta dan Yogyakarta, memiliki ciri ragam hias bersifat naturalis dengan latar belakang pengaruh dari berbagai budaya, termasuk budaya asing, komposisi warna beraneka ragam.

Menurut Sewan (1980:25-33) berdasarkan teknik proses pembuatanya batik dapat diklasifikasikan menjadi berikut:

1.                  Batik tulis yaitu batik untuk membatik tulis dipakai alat untuk menuliskan lilin batik cair pada kain yang disebut canting tulis (Sewan, 1980:25).

2.                  Batik cap yaitu pekerjaan membuat batikan dengan caraq mencapkan lilin batik cair pada permukaan kain, alat cap ini seperti stempel yang terbuat dari tembaga (Sewan, 1980:30).

3.                  Batik lukis yaitu melukis dengan lilin batik dilakukan secara spontan, maka biasanya dikerjakan lukisan lilin batik itu tanpa pola bagi pelukis mahir, dan dibuat pola kerangka atau coretan bagi pelukis yang belum mahir atau kurang pengalaman (Sewan, 1980:33).

Comments

Popular posts from this blog

pewarnaan kain batik, pewarnaan kain

pewarnaan kain batik, pewarnaan kain