Kajian Motif
Kajian
Motif
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:930)
motif adalah pola, corak, hiasan yang indah pada kain. Banyak pendapat yang
diungkapkan mengenai motif, sedangkan pengertian motif menurut Ari Wulandari
(2011:113) adalah sebagai berikut motif batik adalah suatu dasar, pokok dari
suatu pola, gambar yang merupakan pangkal atau pusat suatu rancangan gambar
sehingga makna dari tanda, simbol atau lambang dibalik motif batik tersebut
dapat diungkap. Motif merupakan susunan terkecil dari sebuah gambar atau kerangka gambar pada sebuah benda. Motif akan disusun untuk menghasilkan pola.
Berbeda halnya dengan
yang diungkapkan oleh Susanto
Sewan. Menurut Susanto Sewan (1980:212)motif merupakan kerangka
gambar yang mewujudkan motif batik secara keseluruhan. Ari Wulandari menjabarkan (2011:113) bahwa motif
batik adalah kerangka gambar yang mewujudkan batik secara keseluruhan, motif
batik sama dengan corak batik. Menciptakan
gambar atau membuat motif menurut Suhersono (2004:14) mencipta
gambar motif adalah pekerjaan menyusun, merangkai, memadukan bentuk-bentuk
dasar motif, bentuk berbagai garis dan sebagainya, sedemikian rupa sehingga
tercipta sebuah bentuk gambar motif baru yang indah, serasi, bernilai seni,
serta orisinil.
Berdasarkan konsensus nasional bahwa
batik merupakan sebuah karya seni rupa, berarti nilai batik juga ditentukan
oleh estetikanya. Batik yang masih dalam bentuk lembaran merupakan karya seni
rupa dua dimensional. Bentuk motif dapat terbentuk dengan beberapa komposisi
yang berasaskan seni rupa.
Menurut Djelantik (1999:21) bentuk
dapat terdiri dari titik, garis, bidang dan ruang. Beberapa hal seperti titik,
garis, bidang dan ruang yang membentuk unsur sebuah motif sehingga motif
tersebut terlihat indah. bentuk yang paling sederhana adalah titik, titik
sendiri tidak memiliki ukuran dan dimensi, garis merupakan titik-titik yang
berkumpul dekat sekali dalam suatu lintasan, mereka bersama menjadi bentuk
garis. Dalam sebuah motif terdapat beberapa unsur-unsur senirupa seperti bentuk
dan struktur. Di dalam struktur terdapat beberapa unsur yaitu titik, garis,
bidang dan ruang.
Berkaitan dengan bentuk motif batik, menurut Djelantik (1999:37)
unsur-unsur yang terdapat dalam struktur sesuatu yang berperan menimbulkan rasa
indah pada sang pengamat meliputi tiga unsur estetik mendasar dalam struktur
setiap karya seni adalah keutuhan atau kebersatuan, penonjolan atau penekanan,keseimbangan.
Berkaitan dengan motif batik menurut Susanto Sewan (1980:215) motif-motif
batik dibedakan dalam
dua golongan besar, yaitu:
a. Motif
geometris yaitu motif
yang tersusun atas unsur bentuk geometri.
1) Motif
garis
2) Motif
lingkaran
3) Motif
segi tiga, dsb
b. Motif
non geometrisadalah motif
yang tidak termasuk motif geometris, susunan motif yang tidak teratur.
1) Motif semen
yaitu suatu golongan dari batik klasik yang tersusun secara bebas
ornamen-ornamennya (Sewan, 1980:231).
2) Motif buketan
yaitu motif dengan tumbuhan atau lung-lungan yang panjang selebar kain. Motif
ini biasanya terdapat pada bagian kain batik sarung dari Pekalongan, Lasem,
Tegal dan Cirebon (Sewan, 1980:240).
3) Tumbuhan, motif
tumbuhan digambarkan secara stilir dari salah satu bagian, misalnya bunga,
sekelompok daun, atau serangkaian dari daun dan bunga. Ornamen tumbuhan sering
juga digambarkan secara lengkap dan realis (Sewan, 1980:263).
4) Pohon hayat,
didalam seni kebudayaan Indonesia berupa bentuk pohon khayalan yang bersifat perkasa
dan sakti dari kehidupan (Sewan, 1980:262).
5) Binatang,
ornamen binatang ini terdapat pada motif batik klasik seperti pada batik
sidoluhur Yogyakarta. Ornamen binatang digambarkan dengan segala keperkasan dan
kesaktian (Sewan, 1980:274).
6) Burung, ornamen
burung pada umumnya terdapat pada motif semen, namun tidak jarang ditemui
tsebagai motif ceplok atau motif yang lain. Ornament burung sebagai ornament
pengisi digambarkan dengan bentuk kecil (Sewan, 1980:267).Dalam
selembar kain batik terdapat berbagai motif dari berbagai ornamen yang ada
sesuai dengangambar motif yang akan dibuat. Motif batik pada kain memiliki
berbagai ragam hias dan
memiliki beberapa ornamen yang dibagi menjadi tiga menurut Musman (2011:23)
yaitu:
a. Ornamen
klowongan merupakan proses
penggambaran dan pembentukan elemen dasar dari desain batik secara umum (Musman 2011:23).
b. Ornamen
isen isen merupakan
proses pengisian bagian-bagian ornament dari pola isen yang ditentukan (Musman
2011:23).
c. Ornament
harmoni merupakan
proses penempatan berbagai latar belakang dari desain secara keseluruhan
sehingga menunjukkan harmonisasi secara umum.
(Musman 2011:23)
Comments
Post a Comment